Research Issue in Upcoming Computing Systems (GPGPU Systems)

CPU/GPU SCHEDULING SCHEMES

The reason why computing issues have to go to GPU system as high throughput general-purpose computing such as:

  1. Transistor Scaling Issue
  2. Power Consumption Issue
  3. High Temperature Issue

Scheduling schemes for CPU/GPU Heterogeneous process are first in first out (FIFO) scheme, first free scheme and performance history. Then to calculate the ratio value of scheduling we can use this formula:

(r) Ration = (Execution time of CPU)/(Execution time of GPU)

Estimation execution time scheduling variables that included in the experiment are:

  1. Remaining Time : remaining CPU Time and remaining GPU Time
  2. Execution Time History : GPU Time and CPU Time
  3. Estimate : remaining time + CPU Time

GPU ARCHITECTURE ANALYSIS

GPU architecture use Streaming Multiprocessor (SM) that contains Streaming Processor (SP), Thread Scheduler, Decoder and Memory. Details for memory are local/global cache, texture cache, constants cache, and shared memory.

With the experiment environment using GPGPU-SIM and some of overheads, the simulation result improvement according to eliminated overhead type. Then, future works for this simulation are scheduled schema to improve resource utilization and GPU architecture to architecture optimization.

THERMAL-AWARE ADAPTIVE DFS TECHNIQUES

There are three CPU Design paradigms and their issues:

  1. Single Processor : performance issue, power efficiency issue
  2. Multi-Core Processor : interconnection delay issue
  3. 3D Architecture : temperature issue

The other issues in this paradigm as well known as 3D die stuck i.e. reduced wire distance, latency and power consumption. It has benefits such as improved performance and reduces power consumption, but it has also negative effects such as high power quality and thermal problem (hotspot). So, the efficient cooling techniques are required.

There are some techniques to solve thermal problem:

  1. DTM Technique : Give solution for thermal problem by two aspects;  Software-based: energy-aware scheduling, OS-level scheme and Hardware-based: DFS, DVS
  2. Dynamic Frequency Scaling (DFS) is one of the most effective solutions.

Source :

Computer Seminar Report, University of Ulsan

Speaker : Kim Cheol Hom

Tags: ,

Leave a Comment

Beasiswa Penelitian “Mobile Computing for Smart Society”

Penawaran Beasiswa Penelitian “Mobile Computing for Smart Society”
(Periode 1: Tahun Akademik 2012-2013)

Institut Teknologi Bandung (ITB) bekerja sama dengan BlackBerry
menerima 6 mahasiswa baru tingkat Doktor (S3) dan 12 Magister (S2)
yang akan dilibatkan di dalam kegiatan penelitian tentang mobile
computing for smart society dengan insentif sebagai berikut:
1. Gaji sebagai peneliti dan beasiswa Biaya Penyelenggaraan Pendidikan
(BPP) di ITB selama maksimal 3 tahun untuk program Doktor dan selama
maksimal 2 tahun untuk program Magister.
2. Perangkat penunjang penelitian (Portable PC dan BlackBerry® device).

Topik penelitian yang ditawarkan, namun tidak terbatas pada:
1. Smart Logistics
2. Smart Healthcare
3. Smart Travel/Transportati on
4. Smart Home
5. Smart Learning
6. Mobile hardware interface
Proposal topik-topik penelitian lain juga terbuka untuk diusulkan.

Persyaratan umum:
1. Mengikuti dan lulus ujian masuk Program Magister Informatika – Opsi
Teknologi Informasi (untuk jenjang S2) atau Program Doktor Teknik
Elektro dan Informatika (untuk jenjang S3), Sekolah Teknik Elektro dan
Informatika (STEI), Institut Teknologi Bandung (ITB).
(Jadwal pendaftaran:
http://www.sps. itb.ac.id/ ind/pendaftaran/ waktu-pendaftara n/).
2. Memiliki minat yang tinggi dalam melakukan penelitian.
3. Memiliki motivasi yang kuat untuk menjadi entrepreneur.
4. Bersedia bekerja secara full-time di BlackBerry Innovation Center di ITB.
5. Menguasai C/Java/HTML.

Peminat serius diharapkan untuk mengirimkan surat lamarannya ke Dr.
IGB Baskara Nugraha melalui email ke baskara@stei. itb.ac.id, dengan
melampirkan Curriculum Vitae (CV) dan proposal penelitian, paling
lambat pada 7 Juni 2012. Kandidat yang lulus seleksi dokumen akan
diundang untuk wawancara pada minggu kedua Juli 2012. Penerima
beasiswa akan diumumkan pada minggu ketiga Juli 2012.

Tags: , , , ,

Leave a Comment

Perkenalan Singkat Dengan Bahasa Korea

Sudah hampir 3 bulan saya tinggal di Korea, tapi sampai sekarang saya masih belum bisa berbicara dengan baik menggunakan bahasa korea. Namun saya berusaha untuk bisa memperkenalkan diri saya pada forum-forum umum dengan bahasa korea, berikut contoh perkenalan singkat, mudahan-mudahan bisa bermanfaat.

안녕하새요,

재 이름이 와요노 입니다.

저는 인도내시아 사람 입니다.

저는 울산대학교 학생 입니다.

만나서반갑습니다.

Tags: ,

Leave a Comment

Contoh Email Korespondensi Awal Dengan Calon Professor

Melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi di luar negeri bisa jadi merupakan impian kita semua, termasuk saya. Namun sayangnya terkadang kendala ekonomi membuat kita harus berpikir ulang. Salah satu solusi adalah dengan mencari beasiswa. Dan salah satu hal jalan untuk mendapatkan beasiswa adalah kita sudah mempunyai calon pembimbing (professor-red) di universitas target kita.

Pertanyaannya bagaimana cara mendapatkan pembimbing?Langkah awal yang paling mudah adalah mencoba menghubungi calon pembimbing yang kita rasa sesuai bidang penelitiannya dengan kita via email. Berikut saya share contoh email untuk komunikasi awal dengan calon pembimbing.

=========================================================

Subject : Interest in research on computer vision and digital image processing

Professor xxxxxxx
xxxxxxx Department, xxxxxxxx University,
South Korea

Dear Professor xxxxxx,

I hope this email finds you in wellness.

My name is XXXXX, 24 years old. I am <posisi kita> in the <nama institusi> , one of the biggest university in Indonesia. I graduated from <jurusan>, <universitas> in 2010 with CGPA y.yy out 4.00.

My thesis topic was related to <bidang research>. <jelasin sedikit tentang riset yang pernah dilakukan atau skripsi atau tesis>.

Currently I am interested in digital image processing, computer vision and human computer interaction. I am very eager to continue my study for a higher degree, master degree.

I got your contact from XXXX website. I have read your resume in there, and got information that you are a research leader in human-centered Design Lab. Your research focus on basics and applications of human computer interaction (HCI) and human robot interaction (HRI) technologies to enhance the quality of human life. I supposed it will be interesting and challenging if I can conduct research in your lab.

So by this email I am looking possibility to join in your lab as master student and your supervised student. I should be grateful if you would send me information concerning application and entry procedures, and any relevant information.

For your considered, I enclose a curriculum Vitae,a copy of a transcript and a copy of graduation certificate,  please contact me if you require any further details or documents.

I sincerely hope that you will reply this email and great thanks in advance for time you read this message.

Sincerely yours,
YYYYYYYY

Leave a Comment

Pesiapan Meraih Beasiswa

Melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi adalah dambaan setiap orang. Untuk mencapainya, diperlukan strategi khusus agar usaha kita tepat sasaran. Berikut adalah strategi yang bisa kita terapkan untuk mendapatkan beasiswa (khususnya ke Korea):

  1. Carilah informasi beasiswa sebanyak-banyaknya. Di era teknologi informasi sekarang ini, informasi mengenai beasiswa Korea dapat dengan mudah didapatkan misalnya dengan melalui situs ini atau mesin pencari. Selain itu bisa juga melalui sumber-sumber lainnya seperti kolega, kenalan dll.
  2. Setelah mengetahui informasi beasiswa tersebut, pahami dan penuhi syarat-syarat yang diminta oleh pemberi beasiswa.
  3. Persiapkan dokumen-dokumen yang disyaratkan. Biasanya dokumen yang diminta diantaranya adalah :
    • Ijazah dan transkrip nilai. IPK atau nilai yang tinggi memang bukan satu-satunya patokan, namun tentu penyeleksi beasiswa akan melirik hal ini untuk pertama kali. Keseriusan kita pada mata kuliah (bagi pelamar beasiswa S2/S3) / pelajaran (bagi pelamar beasiswa S1) akan terlihat dari nilai yang kita raih. Semakin bagus nilai/IPK yang kita raih, tentu semakin terbuka lebar peluang beasiswa. Namun, jangan berkecil hati untuk IPK yang dibawah 3.0, peluang meraih beasiswa masih terbuka lebar. Terbukti dari beberapa mahasiswa asal Indonesia yang berhasil meneruskan studi di Korea Selatan.
    • Study Plan atau Rencana Studi tentunya berisi hal-hal yang ingin kita pelajari dan penjelasan mengenai riset yang ingin dilakukan. Diringkas dari tulisan ini, membuat study plan hendaknya ringkas, padat penjelasan, jujur, kreatif, dan ditulis dengan tata bahasa yang bagus. Mintalah pendapat dosen pembimbing atau guru untuk mengoreksi study plan anda
    • Dokumen kecakapan bahasa asing (TOEFL, TEPS, IELTS atau TOEIC). Peran sertifikat kecakapan dalam berbahasa Inggris hampir sama dengan IPK, menilai tingkat kemampuan anda berbahasa Inggris. Usahakan skor TOEFL di atas 550 untuk mendapatkan poin tambahan dari penyeleksi.
    • Recommendation Letter atau Surat Rekomendasi merupakan bukti pendukung bahwa kita layak mendapatkan beasiswa. Surat rekomendasi bisa diminta dari guru/dosen, dosen pembimbing TA, ketua jurusan/kepala sekolah, dekan, dosen wali, maupun dosen mata kuliah yang memang mengenal kemampuan kita dengan baik.
    • Statement of Motivation. Tidak semua penyeleksi beasiswa meminta kita membuat Statement of Motivation (Personal Statement), namun jika diminta maka tulislah sesuatu yang membuat kita bernilai lebih. Tentunya bukan dengan membual, namun menunjukkan potensi dan kemampuan diri kita. Statement of Motivation juga ditulis dengan bahasa Inggris dan menggunakan tata bahasa yang bagus.
    • Curriculum Vitae atau daftar riwayat hidup berisi profil diri kita secara lengkap. Jangan lupa menuliskan kemampuan, mencantumkan pas foto terbaru, dan memberikan kontak email yang sering dibuka agar mudah dihubungi.
    • Identitas Diri . Untuk identitas diri, biasanya yang diminta adalah passport. Memang tidak harus punya paspor dulu untuk melamar beasiswa, namun lebih baik punya paspor agar sewaktu-waktu jika memang diterima maka tidak perlu menyita waktu untuk mengurus paspor lagi. Panduan mengurus paspor bisa dibaca disini.

Dokumen -dokumen diatas perlu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris (atau bahasa Korea jika memang diminta). Untuk ijazah dan transkrip nilai, jika pihak sekolah/universitas tidak menyediakan translasi ke bahasa Inggris, bisa datang ke Sworn Translator (Penerjemah Tersumpah) di kota anda.

Tulisan ini diambil dari Klik Di sini.

Leave a Comment

Insya Allah ada jalan

Insya Allah, kesulitan yang dialami pasti akan ada jalannya,,,saya harus percaya itu.

Leave a Comment

Spring is Coming….

Alhamdulillah diberi kesempatan oleh Allah untuk merasakan tinggal di negara yang memiliki 4 musim, salah satunya musim semi a.k.a Spring.

Spring is coming, merasakan kumpul bersama rekan-rekan lab dan professor, makan siang bersama sambil menikmati indahnya bunga sakura bermekaran di musim semi.

Spring is coming….

Spring Party 2012 with Islab Members

Suasana Musim Semi

Indahnya Bunga Sakura (ala Korea)

Bunga Sakura Ala Korea

Lihat Dari Dekat

Menikmati suasan dengan main game ala China dengan taruhan minum segelas soju (sayangnya saya tidak ikut)

Comments (2)

Kok rusak….

Dah capek-capek racik makanan buat dimasak di microwave,,,

Dah buat resep sayur bayam ala chef yono,,,,,,

Dah buat resep sup tahu makaroni ala chef yono,,,,,

eh pas mau dibawa ke microwave, ternyata microwavenya rusak, kok bisa,,,tapi masih ada harapan di gedung asrama sebeleh. dengan semangat langsung menuju kesana, eh sama ternyata rusak juga, ups tenang masih ada gedung satu lagi, asrama wanita,,,langsung menuju ke TKP, eh ternyata rusak juga, wah gagal donk resep yang dah dibuat, bakal mubazir nih,,,dan terpenting besok mau makan apa kalau microwavenya rusak ga bisa masak,,,,,

Yang jadi pertanyaan, kok bisa di korea ada microwave rusak berjamaah di tiga gedung yang berbeda, padahal biasanya selalu sukses ‘berkarya’ di microwave itu…

mudah-mudahan pengurus asrama cepet-cepet benerin,,,supaya bisa berkarya lagi…amin.

Leave a Comment

Peta Vs Pengenalan Pola

Aku peta, aku peta

Mungkin kata-kata di atas sudah tidak asing lagi bagi sebagian orang yang gemar atau anaknya atau adiknya gemar nonton Dora.  Yup ini adalah kata-kata andalan dora di setiap tayangannya.

Nah kali ini peta yang mau saya ceritakan tidak ada hubungannya dengan Dora. Karena peta yang ini adalah tugas yang diberikan oleh Professor saya untuk mata kuliah Pattern Recognition/PengenalanPola (PP). Kalau dipikir-pikir sepertinya tidak ada hubungan antara Pattern Recognition dengan gambar peta, tapi nampaknya saya salah, karena tugas yang diberikan mempunyai filosofi yang bagus untuk PP. Coba perhatikan peta berikut ini yang berhasil saya gambar dengan Matlab. Awalnya justru saya pesimis bahwa MatLab bisa gambar seperti ini, ternyata-eh-ternyata beneran bisa. Canggih ya MatLab, udah kayak GIS aja.

Bagus kan petanya?hehehe, padahal itu nyomot library sana-sini. Peta di atas menunjukan populasi dunia yang diindikasikan oleh warna di setiap negara. warna merah muda mengindikasikan bahwa jumlah populasi nya sedikit sebaliknya warna merah tua mengindikasikan bahwa jumlah populasi di negara tersebut padat.

Nah trus apa hubungannya sama PP?Ternyata oh ternyata Professor mau menunjukan bahwa ini adalah salah satu mekanisme segmentasi sebuah data berdasarkan populasinya. Pada dunia PP segmentasi merupakan hal yang penting untuk mengetahui hubungan satu titik di antara titik lainnya di dalam daerah yang sama atau pun berbeda.

Bingung?sama. Tapi ya sudahlah, yang penting saya berhasil membuat Peta, hehehe.

Comments (1)

Mencoba, Berusaha dan Berdoa (1)

Masih ingat sekali dalam ingatan, sewaktu semester 4 di bangku kuliah, saya pernah menggantungkan harapan untuk bisa melanjutkan studi tingkat master (jika nanti saya lulus) ke luar negeri, dan negara yang sudah menjadi impian itu adalah Jerman, bahkan saya sampai ikut les bahasa jerman guna mendalami tentang jerman. Bahkan yang lebih ekstrim, bahasa yang saya gunakan di facebook sampai sekarang masih berbahasa jerman.

Impian ini saya bawa sampai saya lulus. Agustus 2010 saya lulus dan setelahnya saya mulai mencari-cari beasiswa. Rutinitas harian yang saya lakukan adalah membuka website DAAD, erasmus mundus dan milis beasiswa. sampai kemudian di bulan desember saya mendapatkan informasi tentang beasiswa Erasmus Mundus. Kemudian saya pelajari programmnya dan ternyata ada salah satu program yang membuat saya tertarik untuk apply, terlebih salah satu konsorsium penyelenggaranya adalah jerman, tanpa banyak cang-cing-cung saya langsung menginventarisir kebutuhan dokumen yang diperlukan. Banyak usaha yang harus dilakukan untuk bisa memenuhi persyaratan ini, translate ijazah, pedekate ama dosen untuk minta rekomendasi, bikin motivation letter, purpose of study, les toefl dan test toefl.

Desember 2010, semua dokumen yang disyaratkan sudah lengkap dan tanpa banyak ba-bi-bu langsung saya kirim ke alamat tujuan di eropa.Pengiriman dokumen menjadi hal yang membuat saya was-was, saya khawatir dokumen yang saya kirim tidak sampai, karena mahalnya biaya pengiriman dokumen.

Alhamdulillah beberapa hari kemudian, saya dapat konfirmasi vie email kalau dokumen yang saya kirim sudah sampai. Dan tahap selanjutnya adalah menunggu hasil. Bulan demi bulan (kalau kata KD menghitung hari itu membosankan) saya menunggu kabar baik itu, sebagai backup saya pun tak lupa mencoba mencari beasiswa lainnya sekaligus menikmati hidup sebagai kuli komputer (a.k.a programmer) di Gamatechno.

Dan penantian panjang itupun datang, ‘seonggok’ email dari commitee sudah asyik nangkring di folder inbox email, perlahan saya mengklik email tersebut (diiringi musik india). Kata pertama yang saya ucapkan adalah ‘Alhamdulillah’ karena saya tidak lolos a.k.a belum beruntung. Kenapa Alhamdulillah, karena itu artinya Allah masih memberi kesempatan saya untuk mencoba lagi. Meski agak kecewa, tetapi saya menghadapi dengan ceria, toh itu artinya saya masih bisa menikmati yogyakarta dan zona nyaman saya.

Hari-hari berikutnya saya jalani rutinitas seperti biasa, menjadi scholarship hunter (meminjam istilah dari milist beasiswa). Dan sampai suatu ketika akhirnya saya menemukan’ jodoh’ saya.

Leave a Comment