Sudah kurang lebih 4 bulan saya tinggal di Korea, tetapi saya masih belum merasakan banyak kota-kota (baca: jalan-jalan) di sini. Selama di sini saya hanya berkesempatan “main-main” ke Busan, itupun harus menempuh perjalanan pulang pergi selama 2 jam menggunakan bus dan subway.  Sebenarnya untuk ke Busan bisa lebih cepat dari itu jika saya menggunakan KTX, tetapi mengingat status saya yang mahasiswa tentunya prinsip hemat selalu dipegang. Dengan KTX saya harus menghabiskan sekitar 32.000 won untuk pulang pergi sedangkan dengan kombinasi bus dan subway saya hanya menghabiskan sekitar 8.000 won. Terasa sekali bedanya bukan??

Kembali ke masalah jalan-jalan, minggu ini (8 Juli 2012) saya berencana untuk mengikuti acara CISAK, the Conference of Indonesian Student Association in Korea. Kebetulan tahun ini CISAK dilaksanakan di Daejeon (kota pelajarnya korea). Ya, inilah kesempatan saya untuk mencoba atau lebih tepatnya merasakan suasana kota lain selain Ulsan, yang saya tempati, dan Busan yang sudah dua kali saya kunjungi.

Tidak hanya sekedar sebagai peserta, untuk CISAK kali ini (pertama kali bagi saya), saya yang notabene masih “newbie” di Korea, memberanikan diri untuk ikut andil dalam memasukan paper. Paper saya yang berjudul “Pemanfaatan Metode Deteksi Kulit untuk Aplikasi Pendeteksi Gambar Porno” berhasil masuk dalam poster session bersama kurang lebih 30-an paper lainnya.

Perjalanan menuju Daejeon, saya awali dengan perjalanan ke Busan terlebih dahulu. Ini dikarenakan untuk mengakomodasi partisipasi rekan-rekan mahasiswa Indonesia yang tinggal di luar Daejeon, panitia menyediakan dua bus ceria GRATIS dari Busan dan dari Seoul. Kebetulan karena saya lebih dekat ke Busan, maka saya lebih memilih bus yang berangkat dari Busan.

Dari Busan bus berangkat pukul 06.00 pagi. Mengingat lokasi saya yang jauh dan membutuhkan waktu kurang lebih 1 jam 30 menit untuk menuju lokasi meeting point, tidak mungkin bagi saya untuk langsung dari Ulsan pada pagi harinya, sehingga mau tidak mau saya memutuskan untuk ke Busan pada malam harinya (7 Juli 2012).

Sabtu malam, 7 Juli 2012, saya baru bisa berangkat ke Busan pada pukul 22.30, karena hari sabtunya seharian saya harus mengikuti summer workshop bersama teman-teman lab yang ditutup dengan dinner bersama sampai jam 22.00. Sebelum berangkat saya agak khawatir takut tidak kebagian subway di stasiun nopodong, karena perjalanan bus membutuhkan waktu 1 jam untuk sampai di sana itu artinya waktu sudah menunjukan pukul 23.30. Sedangkan jadwal subway terakhir adalah pukul 23.30. Tapi alhamdulillah, sesampainya di nopo-dong, jadwal subway terakhir masih menunggu.

Malam ini saya sudah memutuskan untuk menginap di Masjid Al-Fatah Busan yang hanya 3 stasiun dari nopo-dong subway statiun. Sesampainya di stasiun dusin, saya langsung bergegas menuju Masjid, menunaikan sholat isya dan kemudian langsung istirahat.

Pagi harinya setelah menunaikan sholat shubuh berjamah dan mandi seadanya di masjid, saya bergegas ke subway stasion. Saya harus sampai di stasiun sebelum pukul 05.15, karena subway pertama (paling pagi) dijadwalkan pada waktu tersebut. Dari hasil-hasil googling di hari sebelumnya, jika saya mengambil kereta paling pertama maka saya akan tiba di lokasi meeting point (Pukyong National University) pada pukul 06.05. Yup benar saja, saya sampai di stasiun pukyong tepat pukul 06.05, dengan semangat empat lima saya langsung menuju exit nomor 3, sesuai arahan dari panitia, dan lurus saja sampai ketemu paris baguetta. Ternyata eh ternyata yang dicari-cari tidak ketemu, sudah hampir 10 menitan saya berjalan lurus tetapi tanda-tanda adanya kampus tidak kelihatan, akhirnya saya terpaksa bertanya kepada salah satu orang korea yang kebetulan sedang menunggu bus dengan bahasa korea ala kadarnya. Apa yang saya pikirkan ternyata benar, saya nyasar dan salah jalan, yang seharusnya habis keluar exit saya memutar kemudian lurus. Saya kembali ke arah stasiun, tidak mau nyasar lagi saya bertanya kembali ke pemuda korea yang kebetulan saya temui, dengan senang hati dia mengantarkan saya sampai gang menuju kampus yang dituju.

Alhamdulillah akhirnya sampai juga di meeting point. Awalnya saya berpikir bahwa saya yang paling telat, eh ternyata ketika saya bertanya ke panitia, katanya masih menunggu beberapa orang, alamak, saya lihat jam sudah pukul 06.30. Waduh ternyata kebiasaan telat orang Indonesia masih kebawa-bawa, tapi untunglah.

Suasana Bus Ceria Wilayah Busan

Tepat pukul 06.45, orang yang ditunggu-tunggu datang, dan dengan jumlah peserta yang hanya 16 orang (padahal disediakan kursi untuk 40 orang), akhirnya bus siap berangkat menuju Daejeon.