Hari ini tanggal 28 Mei 2012 merupakan hari libur bagi rakyat Korea. Mereka memperingati hari lahir Budha (mungkin kalau di agama Islam seperti Maulid Nabi Muhammad). Tapi meskipun hari ini adalah hari libur tetap saja saya dan teman-teman lab harus datang ke lab. Agenda hari ini adalah CRVP Reguler meeting dan selanjutnya wisata religi serta makan siang bersama.

Wisata religi kami hari ini adalah mengunjungi Budhist Temple yang jaraknya sekitar 3 km dari kampus, dan kami akan berjalan kaki menuju kesana. Lumayan setidaknya saya bisa melihat-lihat sekitar. Banyak sekali spot-spot bagus yang kami lalui dan tidak sepertinya tidak ada di Indonesia (CMIIW) seperti sungai dengan air dangkal yang didesain untuk pejalan kaki atau jogging track, kemudian kami juga melewati Ulsan Science Park and Museum (jujur ini pertama kalinya semenjak tiga bulan saya tinggal di Ulsan mengunjungi tempat ini), jembatan penyebrangan (sebenarnya tidak ada yang istimewa, tapi iseng saja saya ambil gambarnya), dan terakhir adalah Budhist Temple (tujuan akhir kami).

Sungai yang ditata menjadi Jogging Park

Jalan Raya Yang Diambil dari Atas Jembatan Penyeberangan

Ulsan Science Park and Museum Gerbang Utama

Ulsan Science Park and Museum (Gerbang Samping)

Foto Bersama Teman Dari Vietnam

Narsis Dulu dengan Background Planetarium Building

Yang istimewa ketika kami akan memasuki temple ini adalah disepanjang jalan (kira2 500 meter sebelum gerbang utama) banyak pedagang pernak-pernik khas hari raya juga tidak ketinggalan makanan khas Korea menjajakan dagangannya. Dan mereka merupakan pedagang musiman. Selain itu juga disepanjang jalan banyak lampion cina yang digantung beserta nama-nama orang Korea. Kata teman saya yang dari Vietnam, itu merupakan nama-nama orang yang minta didoain supaya rezekinya bagus, dan orang tersebut juga memberikan sedekah untuk temple.

Memasuki gerbang utama kami disambut ajuma-ajuma yang memasangkan bunga plastik ke baju kami. Mungkin itu adalah sebagai tanda ucapan selamat datang. Setelah itu kami langsung menuju spot tempat makan yang memang disediakan gratis (sering-sering aja dapat gratisan kan lumayan bisa hemat makan, hehehe) untuk pengunjung. Makanan yang disediakan adalah bibimbab (nasi dengan sayur-sayuran), dan seratus persen tanpa daging (katanya), karena memang di temple tidak diperbolehkan makan daging. Dan satu lagi kami juga diberi Female Rice. Kalau bibimbab itu adalah Male Rice, sedangkan sebagi pasanganya juga diberikan Female Rice. Female rice sebenarnya nasi yang dibuat seperti tiwul (makanan khas jawa). Selain itu semua orang makan berbaur bersama dan sepertinya tidak ada kesenjangan status antara si kaya dan si miskin di sini. Sementara profesor dan rekan-rekan lain memasuki ruangan sembayang utama, saya dan dua rekan lainnya menunggu di spot tempat makan.

Penyambutan oleh Ajuma dengan memasangkan bunga di baju (Ini teman saya dari China)

Foto Dulu Di Gerbang Utama

Menikmati makanan yang disediakan untuk pengunjung

Foto-Foto Lagi Sebelum Pulang

Percaya atau Tidak Gentong-gentong ini berisi makanan?

Setelah selesai makan dan foto-foto sebentar kami pun langsung kembali ke Kampus.